Pengenalan Dasar Tentang Komponen HandPhone

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Friday, June 03, 2011 | 2 comments »

Nah.... Ini nih..... yang namanya HandPhone (Anak kecil juga tau Kalleee.... hehe). Sekilas pengenalan tentang HandPhone, hp, atau ponsel. Asal kita tau, jaman sekarang jamannya teknologi yang semakin maju, sebut saja teknologi komunikasi yang sudah mulai berkembang di Indonesia salah satunya adalah HandPhone, atau telepon genggam, atau HP, atau ponsel. Istilah HandPhone mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita, seiring zaman perkembangannya yang sangat pesat hingga istilah HandPhone mampu masuk sampe ke pelosok desa. Jadi.... kalo dulu HandPhone itu hanya dimiliki oleh orang-orang elit, tapi sekarang orang-orang yang ekonominya menengah kebawah pun sudah mampu beli HandPhone karena harganya sudah relatif murah, apalagi jaman sekarang sudah banyak HandPhone china, harganya relatif murah plus fitur-fiturnya gak kalah saing dengan merk lain.

Tapi sekarang yang jadi permasalahan adalah bagaimana kalo ponselnya rusak??? Nah.... kalo rusak brati harus diservice atau direparasi, atau alternatif lain di LEM BIRU (LEMpar Beli yang baRU) kekekeke...... Untuk mereparasi sebuah ponsel tidak semua orang bisa, butuh keahlian khusus, paling tidak harus punya pengenalan dasar tentang komponen ponsel, iya.... inilah yang akan kita bahas.

Pengenalan komponen pada ponsel

Di dalam sebuah ponsel terdapat yang namanya Hardware dan software. Kalo kita ibaratkan sebuah ponsel itu sebagai manusia, maka hardware adalah raga dan software adalah ruh atau jiwanya, dimana software terdapat di dalam hardware sama halnya ruh terdapat di dalam raga sebagai penunjang aktifitasnya, hardware dan software tidak bisa dipisahkan satu sama lain, keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Namun kali ini kita hanya akan membahas pada bagian hardware nya saja dulu.

1. Hardware

Konstruksi perangkat keras yang kita sebut juga sebagai hardware pada ponsel dari komponen elektronika yang dapat kita golongkan menjadi dua, yaitu komponen pasif dan komponen aktif.

a. Komponen Pasif

Komponen Pasif adalah suatu komponen yang bekerja ketika diberikan energy listrik dan mampu mengeluarkan energy tersebut, tetapi dalam batasan periodenya.

Komponen hardware ponsel yang termasuk komponen pasif adalah sebagai berikut :

1. Resistor

Resistor adalah komponen yang berfungsi sebagai pengatur daya pada rangkaian dan bersifat melawan arus listrik, atau bisa juga sebagai hambatan arus listrik, dengan kata lain resistor berfungsi untuk membatasi atau menghasilkan besaran arus listrik tertentu melalui nilai resistensinya masing-masing. Menurut fungsinya, resistor pada ponsel terbagi menjadi dua, yaitu sebagai pengatur daya dan sekring (fuse).

Pada banyak kasus, komponen ini dapat diangkat (tidak dipasang lagi), untuk kemudian dijumper/short pin/By pass jalurnya, dengan syarat tidak menghubungkan jalur (+) dengan (-), atau dapat juga diganti dengan resistor lain yang cukup mendekati nilai resistensinya. Dalam kasus repair ponsel resistor dilambangkan dengan huruf R dan satuannya ohm(Ω).

Contoh pada kasus : Switch On-off pada ponsel Nokia umumnya dihubungkan ke Resistor pembatas arus menuju PWONX IC UEM/Power. Nah ... jika resistor ini rusak/terbakar (nilai resistansi menjadi sangat besar alias tidak terbatas) atau resistor terangkat/terbang akibat "kecelakaan" saat proses bongkar-pasang hardware On-Off, maka Arus trigger (pd ponsel nokia umumnya menggunakan arus Grounding) yg seharusnya mengalir ke IC UEM menjadi tidak ada sama sekali saat Switch On-Off ditekan. Alhasil .... Ponsel tidak mau Menyala.

Solusi : kasus tsb dapat segera diselesaikan dgn jumper/short/By-pass jalurnya sehingga arus trigger yg diperlukan dapat mengalir secara langsung ke bagian PWRONX IC UEM/Power dan men-trigger rangkaian untuk menyala/bekerja.

Perhatian : Anda harus mengetahui & mengerti lebih lanjut rangkaian pada area kerja resistor, sehingga mengetahui fungsi lebih lanjut dari resistor tsb, sebelum memutuskan utk melakukan jumper. Jika tidak mengerti, maka rangkaian malah akan mendapatkan arus yg melebihi ambang batas kerja atau rangkaian malahan akan terhubung-singkat .... DAN MEMBAHAYAKAN Komponen serta rangkaian secara lebih luas !!

2. Kapasitor/Kondensator

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang sifat utamanya adalah menyimpan muatan listrik, kemudian dapat melepaskan kembali muatannya sesuai dengan periodanya, dan mudah melewatkan sinyal AC serta memblok sinyal DC. Oleh karena itu kapasitor digunakan untuk pewaktu sederhana. Kemampuan kapasitor untuk dapat menyimpan muatan listrik disebut kapitansi dan satuannya adalah farad. Namun didalam praktek reparasi ponsel satuan farad (F) dianggap sangat terlalu besar, sehingga dalam pemakaiannya satuan farad diperkecil lagi menjadi

Mikro Farad (µF)

Nano Farad (nF)

Piko Farad (pF)

Perbandingan satuan-satuannya adalah sbb :

1 Farad (F) = 1.000.000 µF (µF=mfd)

1 mikro Farad (µF) = 1.000 nF

1 nano Farad (nF) = 1.000 pF

Sehingga jika diketahui suatu kapasitor bernilai 0.000 000 001 x 1 F = 0.001 µF (mikro Farad) = 1 nF (nano Farad) = 1.000 pF (piko Farad)

Jika kapasitor berkode 474 berarti nilainya adalah 470.000 (angka 0 berjumlah 4) dan setara dengan 470 nF atau 0.47 µF. Maka jika nilai yang tertulis pada skema 10N berarti 10.000 nano Farad, dan jika pada skema ditulis 2N2 berarti nilainya 2200 nano Farad.

Contoh : Kapasitor

4µ7 dibaca 4.7 mikro Farad

3n3 dibaca 3.3 nano Farad

2p2 dibaca 2.2 piko Farad

Terdapat banyak jenis kapasitor, namun secara dasar, kapasitor hanya di bedakan dalam 2 jenis kapasitor, yaitu kapasitor polar dan kapasitor non polar.

Kapasitor polar merupakan kapasitor yang kaki-kakinya memiliki kutub positif (+) dan negative (-), oleh karenanya pada badan skematik maupun badan komponen itu sendiri umumnya diberi tanda polarisasi (+) dan (-), sehingga didalam pemasangannya tidak boleh terbalik. Sedangkan kapasitor non-polar merupakan kapasitor yang kaki-kakinya tidak ditentukan berdasarkan kutub (+) dan (-)

Di dalam kasus repair ponsel kapasitor biasanya dilambangkan dengan (C).

3. Induktor (Lilitan)

Induktor merupakan komponen yang memiliki fungsi hampir sama dengan kapasitor. Bedanya induktor tidak terbuka pada arus DC.

4. Transformator

Transformator pada rangkaian ponsel berfungsi sebagai penyesuai daya pada bagian frekuensi radio. Komponen ini dapat mengatur tegangan yang diperlukan pada rangkaian radio RF dan TF.

Wew..... udah panjang banget nih, capek juga ngetiknya. Masih ada lagi pembahasan tentang komponen Aktif, tapi berhubung tangannya udah capek maka sementara kita stop dulu, istirahat sejenak baru kita lanjut lagi.

2 comments

  1. aksesoris mobil avanza // April 15, 2013 at 2:25 PM  

    agak binggung c..msh newbie komponen komponen elektronik...

  2. Abdul Aziz // October 18, 2013 at 10:00 PM  

    khairunnas anfaa uhuum linnas akhi.. jazaakallah khairan katsiran

Post a Comment