Daftar Di Komisi Gratis dot com, gak ada salahnya untuk dicoba

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Saturday, September 03, 2011 | 4 comments »

Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal

Dari sekian banyak bisnis Online yang beredar di Internet, Mungkin rekan-rekan netter sudah tidak asing lagi dengan istilah SCAM dan SPAM. Pada posting kali ini Sedikitnya saya akan membahas tentang SCAM dan SPAM. Apa sih pengertian dari SCAM dan SPAM???


SCAM adalah penipuan yang dilakukan melalui fasilitas jaringan internet seperti website atau yang lainnya, yang menjanjikan atau mengiming-imingi sesuatu yang muluk-muluk apabila kita mau melakukan apa yang diinginkannya. Contoh : Biasanya pada bisnis PPC (Pay Per Click) kita dijanjikan pembayaran yang lumayan besar hanya dengan mengklik iklan atau e-mail atau yang lainnya. Dan juga biasanya kita diwajibkan untuk menjadi member dulu alias harus daftar, daftarnya ada yang gratis ada yang berbayar, parahnya yang berbayar ini, dimana uang kita ludes..... kita tidak mendapatkan apa-apa. Kalo yang gratisan, kita cuma rugi diwaktu dan capek saja, udah capek-capek klik sana - klik sini eh....... gak dibayar pula.


SPAM adalah e-mail yang tidak kita inginkan (ujug-ujug masuk tanpa permisi) yang mana biasanya isi e-mail tersebut tentang iklan. SPAMER atau pengirim SPAM nya pun tidak kita kenal. Pengirim SPAM sengaja mengirimkan ke banyak e-mail dengan harapan semua orang dapat membaca iklan yang dikirmnya melalui e-mail lalu pembaca akan tertarik.


Nah.... kira-kira begitu deh pengertian SCAM dan SPAM. Barang kali ada yang salah dengan pengertiannya, mohon rekan-rekan Netter untuk mengoreksinya yah........


Ngomong-ngomong soal bisnis online, ada salah satu bisnis online yang menurut saya aman yaitu di komisi gratis. Bisnis ini menggunakan sistem MLM dan registrasinya pun gratis, So..... gak ada salahnya juga kalo dicoba. Komisinya pun tidak muluk-muluk alias sederhana saja dan sesuai dengan kerja kita, semakin kita kerja keras semakin besar pula komisi yang akan kita dapat.


Bagi rekan Netter yang penasaran apa itu komisi gratis, silahkan kunjungi saja dan baca selengkapnya di sini....

Read more.....

Batik Trusmi Cirebon

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Monday, July 04, 2011 | 6 comments »

Desa Trusmi kecamatan plered menjadi salah satu pusat industri batik di wilayah Cirebon, dengan corak batik yang khas ala Cirebon, desa trusmi mampu mendongkrak selera konsumen di pasar batik Indonesia. Bukan hanya wisatawan lokal yang datang ke desa tersebut akan tetapi wisatawan internasional pun banyak yang berburu batik trusmi. Harganya yang berfariatif tergantung dari jenis, corak, dan motif batik yang disajikan, mulai dari harga Rp.40.000 hingga jutaan rupiah tergantung isi kantong dan selera konsumen.

Harga biasanya ditentukan dengan kualitas bahan, lamanya pengerjaan, dan rumitnya motif. semakin rumit motif semakin lama pengerjaannya maka semakin mahal pula harganya. Motif batik khas ala Cirebon adalah motif mega mendung, untuk membuat batik tulis motif mega mendung dengan tujuh tingkatan warna biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.


Di desa Trusmi, batik sudah merupakan industri perumahan (Home Industri), hampir di setiap rumah warga Trusmi rata-rata memiliki ruang pamer atau showroom guna menjajakan batik hasil buatannya. Memang tidak semuanya memamerkan batik hasil buatan sendiri, terkadang warga trusmi memesan batik dari tempat lain juga.


Konon katanya kebiasaan membatik warga trusmi dilakukan secara turun-temurun, sebut saja siti umayah warga desa Trusmi yang tengah belajar membatik sejak usianya 14 tahun, siti umayah belajar membatik dari orang tuanya dan hingga kini meneruskan jejak orang tuanya sebagai pengrajin batik yang handal.

Motif-motif batik khas cirebon yang memiliki corak tersendiri membedakan dengan motif batik yang lainnya, sarat kental dengan sejarah pembuatannya yang dipengaruhi oleh seni dan kebudayaan entis bangsa pada masa lampau. Kota Cirebon yang merupakan salah satu pelabuhan dimana tempat para pedagang dari luar seperti Arab, India, Cina bersinggah, sehingga pengaruh etnis budaya bangsa lain menjadikan latar belakang motif batik Trusmi sangat khas. Seperti contohnya motif Paksi Naga Liman dan Singa Barong, nama Paksi Naga Liman dan Singa Barong adalah nama kereta singgasana keraton Cirebon Kasepuhan dan Kanoman, kedua kereta tersebut merupakan wujud perpaduan antara budaya Arab, Cina, dan hindu.

Setiap motif batik Trusmi memiliki latar belakang yang berbeda, seperti halnya motif pesisiran sangat dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan egaliter. Biasanya motif ini memiliki warna yang cenderung lebih cerah seperti biru, hijau pupus dan dipadukan dengan unsur gambar binatang serta beraneka ragam flora. Menggambarkan aktifitas masyarakat pesisir pada masa itu.

Read more.....

Memilih jenis usaha yang pas

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Thursday, June 23, 2011

Memilih Jenis usaha yang pas bukanlah hal yang mudah. Sebagai pengusaha pemula terkadang bingung ketika harus memilih jenis usaha yang akan dijalaninya, terkait masalah modal, pangsa pasar, tempat yang strategis, skill, dll, yang semuanya itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain sebagai syarat utama dalam membuka sebuah usaha.

Modal

Modal bisa dikatakan sebagai salah satu syarat yang paling utama dalam membuka usaha, tanpa modal tentunya akan kesulitan dalam membuka usaha, walaupun ada beberapa jenis usaha yang sama sekali tidak membutuhkan modal, akan tetapi jenis usaha tersebut biasanya membutuhkan skill atau kemampuan khusus yang tidak semuanya orang memiliki. Namun ada juga orang yang memiliki modal cukup akan tetapi orang tersebut tidak tau bagaimana cara menggolangnya.

Pangsa pasar

Pangsa pasar juga tidak kalah penting, dengan cara melakukan analisa pasar, survey kebutuhan lingkungan sekitar, dll. Hal tersebut bisa dijadikan satu patokan untuk menentukan jenis usaha yang pas dan sesuai dengan lingkungan sekitar. Oleh karenanya, pangsa pasar biasanya sangat erat kaitannya dengan lingkungan dan tempat yang strategis dimana kita akan membuka satu usaha. “Orang cerdas akan meletakkan sesuatu pada tempatnya”, jangan sampai kita membuka usaha ditempat yang salah dan tidak sesuai dengan jenis usaha kita, akan sia-sia saja karena usaha yang kita jalankan tidak berjalan maksimal. Seperti contohnya kita membuka toko atau mini market ditempat yang terpencil dan jauh dari lingkungan masyarakat, kira-kira apa yang akan terjadi??? Mungkinkah ada banyak pembeli yang datang? Mungkin saja ada pembeli yang datang, tetapi tidak seramai jika kita membuka toko atau mini market ditempat yang ramai orang. Selain dari pada itu, jenis produk atau jasa yang akan kita jual pun harus sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Jika tempat usaha kita strategis dan jenis produk atau jasanya pun sudah sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar, maka bukan barang tidak mungkin usaha kita akan lancar dan bisa berkembang pesat.

Read more.....

Cara memverifikasi Klaim Token Technorati

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Monday, June 13, 2011 | 22 comments »

Sebelum saya membahas cara memverifikasi Klaim Token Technorati, ada keinginan untuk sedikit menjelaskan apa itu Technorati?
Apakah sebetulnya technorati itu?? Setelah saya mengamati, memperhatikan dan menimbang aknirnya saya memutuskan.... ternyata tachnorati itu seperti search engine nya Blog, dari cara kerjanya sama seperti google atau yahoo search engine, karena Technorati sifatnya menjelajah dan mengindex website-website yang ada di dunia internet, akan tetapi yang terindex di direktori technorati hanya blog saja.
Saya kira begitulah Technorati, mohon koreksi lagi kalo ada yang kurang.

Bagaimanakah cara memverifikasi klaim token technorati setelah kita mendapatkan kode unik hasil dari claim blog yang telah kita daftarkan sebelumnya?? Sebetulnya caranya mudah saja, ketika blog kita sudah didaftarkan di technorati dan kita klaim, kita akan mendapatkan kode unik yang dikirimkan ke e-mail kita, contoh kodenya seperti ini MMU66DM48GGK kode tersebut adalah kode unik dari blog ini setelah blog ini saya daftarkan ke technorati.

Setelah kode unik itu kita dapatkan, kita tinggal bikin posting baru seperti ini, lalu tinggal kita cantumkan saja kode tersebut di posting yang baru, terus jangan lupa kita publish agar technorati dapat mendeteksi kode unik tersebut, hal ini dikarenakan technorati akan memverifikasi kode yang telah kita cantumkan, dan meyakinkan bahwa blog yang tadi kita daftarkan adalah benar-benar milik kita.

Sesudah itu, kita kembali ke situs technorati lagi untuk meng-klik tombol "Verify Claim Token" agar blog kita dapat segera ditelusuri dan dicek oleh team technorati.

Read more.....

Bank Sampah bisa dijadikan lahan bisnis

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Tuesday, June 07, 2011 | 2 comments »

Ketika berbicara soal lingkungan tidak bisa lepas dari yang namanya sampah, sejauh ini sampah memang menjadi kendala yang belum ditemukan solusinya. Pengertian sampah sendiri adalah sesuatu atau barang yang sudah tidak diperlukan dan dipergunakan lagi oleh orang. sehingga konotasi masyarakat sendiri tentang sampah adalah negatif karena sesuatu yang tidak berguna lagi dan dibuang. Padahal kalo kita telaah lebih jauh lagi, banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari sampah itu sendiri. Hanya saja mungkin tidak semua masyarakat berfikir sejauh itu. Manfaat apa sajakah yang bisa kita ambil dari sampah??

manfaat sampah bisa kita lihat dari jenis sampah itu sendiri. adapun jenis sampah secara umum dibagi menjadi 2 macam :
  1. Sampah Organik, adalah Sampah yang berasal dari makhluk hidup atau alami, seperti tumbuh-tumbuhan, kulit buah, daun-daun, sisa sayuran, dll.
  2. Sampah non organik, adalah sampah yang berasal dari sumber daya alam tak terbaharui seperti minyak tanah, mineral, dll. Atau sampah yang berasal dari hasil perindustrian, misalnya, plastik, botol, kaleng, besi, seng, dll.
Jelas sudah manfaat apa saja yang bisa kita ambil dari 2 jenis sampah di atas. Misalnya Sampah Organik bisa kita jadikan kompos, dan Sampah Non Organik bisa kita pergunakan untuk kerajinan tangan sehingga bisa digunakan lagi, misalnya tas dari plastik, rompi dari plastik, pot bunga dari botol-botol bekas, dll.


Kalo kita melihat dari sisi manfaat-manfaat di atas, bukan barang tidak mungkin bahwa sampah bisa menghasilkan uang dan dapat dijadikan sebagai bisnis atau usaha, asalkan kita tau cara mengolahnya. Bagaimana cara mengolah sampah-sampah tersebut? Sebuah terobosan baru yang telah dilakukan oleh sekolompok masyarat dusun Bandegan, Bantul, DI Yogyakarta, dengan membuat "Bank Sampah", memang Bank yang satu ini terdengar sedikit aneh ditelinga kita, bagaimana tidak, sampah yang biasanya yang tidak ada gunanya dan dibuang begitu saja tetapi di Bank Sampah tidak demikian. Dengan adanya Bank Sampah di dusun tersebut, masyarakat dihimbau untuk menabung tetapi dalam bentuk sampah yang sudah dikelompokkan sesuai jenisnya. Masyarakat juga mendapatkan layanan layaknya nasabah bank, yakni medapatkan buku tabungan dan no rekening serta nominal rupiah yang tertera dalam buku tabungannya masing-masing sejumlah nilai sampah yang telah disetorkannya pada bank sampah.


Pengolahan Sampah dengan cara demikian dapat dijadikan sebagai lahan bisnis, atau lahan usaha, serta pilihan solusi yang tepat dan cerdas, karena tidak ada pihak yang merasa dirugikan, bahkan masyarakat kecilpun merasa diuntungkan dengan adanya bank sampah, lingkunganpun terselamatkan dari sampah, dan paling tidak masalah sampah yang membingungkan ada alternatif penyelesaiannya.

Read more.....

Young people do not risk starting a business

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Sunday, June 05, 2011

Enterprising Germans are not more likely. Compared with people from other countries, this country only a few tend to start a business. And the trend seems to be the new report by Global Entrepreneurship Monitor (GEM), which was from the Institute of Economic and Cultural Geography at the University of Hannover and the Institute for Labour Market and Employment Research (CIS) was compiled, also to be different.

In Germany in the last 3.5 years, 4.2 percent of people between 18 - and 64-year-old founded a company, or were well on the road. Even the lower the ratio, especially in Italy, but also in Japan, Belgium and Denmark. In other comparable countries do much more to be independent, in the U.S. and the Netherlands, Great Britain, Ireland, South Korea, Norway and Australia are six times more, even in Iceland more than 10 percent. German considered pessimistic and risk averse. Whereas there is good infrastructure and business support are considered relatively good, but in the schools would be carried out no preparation, social values are not conducive to starting a business, also new companies also have little chance of orders .

However, the situation is so bad, because when it comes to business creation or intention of his case, Germany is well in midfield, while Japan and especially in Italy, here also ranked at the bottom. Since he won by different cultures, which is seen in the fact that immigrants in Germany significantly more often as a German company. One in four of the founders have to study based on surveys of immigrants. While 4.2 percent among non-migrants, there is a 7 percent among immigrants. This obviously plays to the result is not so important that unemployment is higher among migrants. Although most German immigrants say they are for lack of creating alternative enterprises, but the difference is not very large.

One would think that immigrants who leave their homeland and given the quest to start a new life in another country, are willing to take risks. In this sense, but is the difference between migrants and non migrants. It is possible that immigrants take low risk aversion of the Germans, then one might expect. The orientation of ethnic networks that fear of discrimination and lower binding in the institutions could support the inclination to entrepreneurship, the authors speculate. This could also talk about having the "native grounds" 37 percent have a college degree, among the migrants, only 12 percent, from which one could conclude that migrants companies' less innovative and less than media "were.

After the interviews this is confirmed or not. Rather it seems that the creation of companies employed more immigrants. It appears that immigrants are good for German culture and ensure greater economic initiative. Although not as strong evidence of increased risk of unemployment as the reason, say the authors:

"Immigrants are what make a virtue of necessity. Through their professional autonomy on the one hand they promote their own personal monetary integration in Germany, on the other hand, are making an important contribution to the German economy."

The reason may also be important, because obviously, young people in Germany have less and less desire to participate in the adventure of starting a business. 2002, 14 percent of all the founders of 18 - to 24-year-old of 2010, there were only 3.5 percent: "The magnitude of this phenomenon is higher in Germany than in other countries and can not be alone the induced population decline in the population of these age groups justified, "say the authors. Besides this phenomenon to be rather depends, as a matter of setting something in the legs, the reasons would be interesting.

Read more.....

Management Business

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Sunday, June 05, 2011

Sukses Adalah Guru Yang Jelek

Kita belajar paling banyak tentang diri kita ketika gagal, jadi.... jangan takut gagal. Gagal adalah bagian dari proses untuk menjadi sukses. Kita tidak bisa sukses tanpa mengalami kegagalan. Orang yang tidak berhasil adalah orang yang tidak pernah gagal.

Sering kali orang memandang kegagalan hanya dari sudut pandang yang negatif, padahal apabila kita menyadarinya dibalik kegagalan itu tersimpan segudang pelajaran untuk diri kita, dibalik kegagalan itu kita dapat belajar dan membangun sebuah sistem dalam perusahaan yang lebih efektif lagi. Tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa kegagalan itu adalah sebuah kehancuran dan sesekali memberikan efek jera tehadap mereka. Dengan kegagalan kita akan lebih tau bagaimana caranya menuju kesuksesan, ibarat balita yang sedang berlajar berjalan, dia akan tau bagaimana caranya berjalan ketika dia terjatuh.

Temukan Ambisimu

"Apakah anda benar-benar ingin maju?"
"Apakah Anda sudah melupakan tujuan yang ingin anda capai?"

Ketika orang mengalami kesulitan dalam finansial atau mengalami kebangkrutan dalam usaha, hal itu biasanya disebabkan karena orang tersebut lebih mengkhawatirkan keselamatannya sendiri daripada mempertahankan mimpinya, rasa takutlah yang menyingkirkan ambisinya. Cara terbaik supaya kita bisa terus maju adalah dengan mempertahankan nyala api dalam hati kita, selalu ingat tujuan yang ingin kita capai, dan perjalanan kita akan menjadi mudah. Kalau mulai mengkhawatirkan diri kita sendiri, rasa takut akan mulai menggerogoti jiwa kita. Ambisi membangun bisnis, bukan rasa takut.

Read more.....