Batik Trusmi Cirebon

Posted by Abdullah Abdul Aziz | Monday, July 04, 2011 | 6 comments »

Desa Trusmi kecamatan plered menjadi salah satu pusat industri batik di wilayah Cirebon, dengan corak batik yang khas ala Cirebon, desa trusmi mampu mendongkrak selera konsumen di pasar batik Indonesia. Bukan hanya wisatawan lokal yang datang ke desa tersebut akan tetapi wisatawan internasional pun banyak yang berburu batik trusmi. Harganya yang berfariatif tergantung dari jenis, corak, dan motif batik yang disajikan, mulai dari harga Rp.40.000 hingga jutaan rupiah tergantung isi kantong dan selera konsumen.

Harga biasanya ditentukan dengan kualitas bahan, lamanya pengerjaan, dan rumitnya motif. semakin rumit motif semakin lama pengerjaannya maka semakin mahal pula harganya. Motif batik khas ala Cirebon adalah motif mega mendung, untuk membuat batik tulis motif mega mendung dengan tujuh tingkatan warna biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.


Di desa Trusmi, batik sudah merupakan industri perumahan (Home Industri), hampir di setiap rumah warga Trusmi rata-rata memiliki ruang pamer atau showroom guna menjajakan batik hasil buatannya. Memang tidak semuanya memamerkan batik hasil buatan sendiri, terkadang warga trusmi memesan batik dari tempat lain juga.


Konon katanya kebiasaan membatik warga trusmi dilakukan secara turun-temurun, sebut saja siti umayah warga desa Trusmi yang tengah belajar membatik sejak usianya 14 tahun, siti umayah belajar membatik dari orang tuanya dan hingga kini meneruskan jejak orang tuanya sebagai pengrajin batik yang handal.

Motif-motif batik khas cirebon yang memiliki corak tersendiri membedakan dengan motif batik yang lainnya, sarat kental dengan sejarah pembuatannya yang dipengaruhi oleh seni dan kebudayaan entis bangsa pada masa lampau. Kota Cirebon yang merupakan salah satu pelabuhan dimana tempat para pedagang dari luar seperti Arab, India, Cina bersinggah, sehingga pengaruh etnis budaya bangsa lain menjadikan latar belakang motif batik Trusmi sangat khas. Seperti contohnya motif Paksi Naga Liman dan Singa Barong, nama Paksi Naga Liman dan Singa Barong adalah nama kereta singgasana keraton Cirebon Kasepuhan dan Kanoman, kedua kereta tersebut merupakan wujud perpaduan antara budaya Arab, Cina, dan hindu.

Setiap motif batik Trusmi memiliki latar belakang yang berbeda, seperti halnya motif pesisiran sangat dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan egaliter. Biasanya motif ini memiliki warna yang cenderung lebih cerah seperti biru, hijau pupus dan dipadukan dengan unsur gambar binatang serta beraneka ragam flora. Menggambarkan aktifitas masyarakat pesisir pada masa itu.

Read more.....